
Pola W adalah formasi grafik yang ditandai oleh dua kali harga stabil dan memantul secara berurutan di dekat titik terendah yang serupa, sehingga secara visual menyerupai huruf "W". Pola ini dikenal luas sebagai sinyal pembalikan arah yang mengindikasikan pergeseran dari tren turun ke tren naik.
Pada grafik candlestick, setelah pemantulan pertama gagal mempertahankan momentum naik, harga kembali turun mendekati titik terendah sebelumnya dan menarik minat beli. Jika pemantulan kedua berhasil menembus garis yang menghubungkan puncak kedua pemantulan, hal ini umumnya diartikan sebagai melemahnya tekanan bearish dan menguatnya sentimen bullish.
Pola W muncul akibat perubahan keseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar. Ketika minat beli meningkat pada level harga rendah, penurunan kedua biasanya gagal mencetak titik terendah baru. Penembusan di atas puncak pemantulan sebelumnya menandakan tren mulai beralih dari lemah menjadi kuat.
Titik terendah pertama umumnya terjadi setelah aksi jual panik dan menandai area oversold. Titik terendah kedua biasanya berada dekat atau sedikit di atas yang pertama, menandakan tekanan jual telah mereda dan pembeli bersedia masuk pada harga lebih tinggi. Setelah garis penghubung puncak ditembus, strategi berbasis momentum dan trend-following cenderung ikut mendorong kenaikan harga lebih lanjut.
Elemen penting pola W meliputi dua titik terendah, neckline, dan volume perdagangan. Neckline adalah garis yang ditarik antara puncak kedua pemantulan dan berfungsi sebagai acuan konfirmasi.
Rentang harga kedua titik terendah tidak harus identik, tetapi titik terendah kedua yang jauh lebih tinggi akan memperkuat pola ini. Volume perdagangan—jumlah total transaksi atau token—sebaiknya meningkat saat terjadi penembusan neckline agar sinyal lebih andal.
Untuk mengidentifikasi pola W, pastikan terdapat dua titik terendah dalam rentang harga yang serupa, lalu tarik garis neckline. Lihat apakah terjadi penembusan valid di atas garis ini; konfirmasi biasanya didapat saat harga penutupan bertahan di atas neckline.
False breakout terjadi jika harga hanya sebentar melewati neckline namun segera berbalik turun, biasanya disertai volume lemah atau shadow panjang. Untuk mengurangi risiko false breakout, tunggu konfirmasi penutupan di atas neckline pada timeframe pilihan Anda dan pantau apakah retest neckline berikutnya dapat bertahan sebagai support.
Trading pola W menggunakan pendekatan "konfirmasi sebelum eksekusi": cari entry setelah penutupan terkonfirmasi di atas neckline, lalu tetapkan level stop-loss dan target yang jelas.
Langkah 1: Pilih timeframe Anda. Grafik harian atau 4 jam adalah yang paling umum; timeframe lebih tinggi biasanya memberikan sinyal lebih andal.
Langkah 2: Metode entry. Masuk setelah konfirmasi breakout penutupan di atas neckline, atau tunggu retest neckline untuk kontrol risiko yang lebih optimal.
Langkah 3: Penempatan stop-loss. Stop dapat ditempatkan tepat di bawah neckline untuk kontrol lebih ketat, atau di bawah titik terendah kedua untuk keamanan lebih tinggi namun risiko lebih besar.
Langkah 4: Estimasi target. Cara umum adalah memproyeksikan "tinggi pola"—jarak dari neckline ke titik terendah—ke atas dari titik breakout, atau menggunakan manajemen take-profit bertingkat.
Pada antarmuka perdagangan spot atau futures Gate, buka grafik candlestick dengan interval harian atau 4 jam. Gunakan alat gambar untuk menghubungkan puncak kedua pemantulan dan menentukan neckline pola W.
Pada hari breakout, perhatikan apakah harga penutupan bertahan di atas neckline dan volume perdagangan meningkat tajam. Gate memungkinkan Anda mengatur peringatan harga yang aktif ketika harga penutupan mendekati atau melampaui neckline. Untuk entry retest, tunggu harga terkoreksi dan stabil di atas neckline sebelum memasang order dan stop.
Pola W merepresentasikan struktur pembalikan double-bottom yang menandakan pergerakan naik, sedangkan pola M adalah kebalikannya—formasi double-top yang mengindikasikan potensi pembalikan turun.
Pola W menitikberatkan pada dua titik terendah dan breakout neckline ke atas; pola M menonjolkan dua titik tertinggi dan penembusan turun di bawah neckline. Prinsip trading keduanya serupa: konfirmasi dulu, baru eksekusi, dengan tetap memperhatikan volume dan kontrol risiko.
Pola W tidak menjamin reli harga. Risiko mencakup false breakout, skala pola yang kurang memadai, atau bertentangan dengan tren pasar yang lebih luas. Manajemen modal dan stop-loss yang disiplin sangat penting.
Kesalahan umum meliputi mengejar breakout sebelum konfirmasi penutupan, mengabaikan dinamika volume, mengambil posisi besar melawan tren makro turun yang kuat hanya karena pola W skala kecil, atau menempatkan stop-loss terlalu jauh sehingga risiko tidak terkendali. Pasar kripto sangat volatil; ukuran posisi harus dikontrol secara ketat.
Pola W paling efektif di pasar dengan likuiditas dan volatilitas tinggi. Pola ini umum ditemukan pada grafik harian atau 4 jam untuk aset kripto seperti BTC dan ETH.
Timeframe lebih pendek (misal, grafik 1 menit) cenderung lebih bising dan memiliki tingkat false breakout lebih tinggi; grafik mingguan atau bulanan memerlukan waktu pembentukan lebih lama namun memberikan sinyal yang lebih kuat. Pilihlah timeframe sesuai strategi dan toleransi risiko Anda.
Inti pola W terletak pada "dua titik terendah + breakout neckline + konfirmasi volume." Mulailah dengan mengidentifikasi kedua titik terendah dan menarik neckline; konfirmasi dengan harga penutupan di atasnya. Eksekusi trading setelah breakout atau entry retest dengan strategi stop-loss ketat dan take-profit bertahap. Alat charting dan peringatan Gate membantu Anda membangun siklus "identifikasi — konfirmasi — eksekusi — manajemen risiko," dengan tetap memperhatikan arah tren utama dan disiplin dalam manajemen posisi.
Pola W adalah pembalikan double-bottom dengan dua titik terendah jelas yang dipisahkan oleh satu puncak di tengah; sedangkan pola V hanya memiliki satu titik terendah. Pola W memerlukan waktu lebih lama untuk terbentuk, mencerminkan dua kali proses bottoming pasar dan umumnya lebih andal daripada pola V. Pola W cocok untuk trading jangka menengah, sedangkan pola V lebih sering digunakan untuk rebound cepat jangka pendek.
Setelah menembus neckline, pullback ringan biasanya terjadi sebagai bagian dari koreksi teknikal. Biasanya tidak melebihi 50% dari level neckline; jika harga turun di bawahnya, kemungkinan breakout gagal dan risiko harus dievaluasi ulang. Disarankan untuk menetapkan stop-loss saat terjadi pullback pasca-breakout demi kontrol risiko.
Pola W yang valid harus memenuhi tiga kriteria: dua titik terendah dalam rentang harga 2-3% satu sama lain; tren turun yang jelas menuju puncak di tengah; dan neckline berupa garis horizontal atau sedikit miring ke atas yang menghubungkan kedua puncak pemantulan di atas titik terendah. Alat analisis teknikal Gate dapat membantu menandai poin-poin kunci ini untuk penilaian cepat.
Performa sangat bervariasi tergantung timeframe: pola W bulanan paling andal namun membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk terbentuk; pola mingguan berikutnya (beberapa minggu); pola harian lebih sensitif namun rentan terhadap sinyal palsu. Pemula disarankan memulai dari grafik mingguan yang dikonfirmasi oleh sinyal harian agar bisa menangkap peluang jangka menengah dan meminimalkan risiko.
Sangat jarang kedua titik terendah pada pola W benar-benar sama persis karena sentimen pasar berubah pada setiap fase bottoming. Titik terendah kedua sering sedikit lebih tinggi (menandakan kepercayaan meningkat) atau lebih rendah (mengindikasikan kepanikan bertambah), mencerminkan dinamika pasar yang sesungguhnya. Perbedaan kecil dalam rentang 2-3% justru memperkuat validitas pola.


