Masa jabatan Ketua Federal Reserve AS (Fed) Jerome Powell akan berakhir pada bulan Mei mendatang, tetapi dia masih memiliki satu kursi Gubernur yang diperpanjang selama dua tahun lagi. Yang menarik perhatian adalah Powell dengan tegas tidak mengungkapkan apakah dia akan tetap tinggal atau tidak, hanya mengatakan bahwa pertanyaan tersebut “belum relevan saat ini”. Keheningan ini, yang tampaknya sederhana, justru menciptakan banyak dampak politik dan keuangan yang luas.
Persoalan Kekuasaan dalam Dewan Fed
Dewan Gubernur Fed memiliki 7 kursi, dan saat ini sudah ada 3 orang yang dianggap sebagai pendukung mantan Presiden Donald Trump. Trump berkali-kali secara terbuka menyatakan ketidakpuasan terhadap Powell, bahkan menyalahkan dia atas kesulitan ekonomi rakyat Amerika. Jika Powell sepenuhnya meninggalkan Fed saat masa jabatannya berakhir, Trump akan memiliki peluang untuk mendapatkan mayoritas di dewan — sebuah faktor kunci karena dewan ini memiliki suara penting dalam kebijakan suku bunga.
Trump pernah menyatakan bahwa setiap Ketua Fed di masa depan harus “setuju dengan dia”, jika tidak maka “tidak akan pernah menjadi Ketua”. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Fed bisa menghadapi tekanan politik yang lebih besar, terutama dalam konteks Trump yang terus-menerus menyerukan suku bunga yang sangat rendah.
Powell Tetap Atau Pergi?
Secara hukum, Powell sepenuhnya memiliki hak untuk tetap tinggal sebagai Gubernur. Namun, sejarah menunjukkan bahwa sebagian besar Ketua Fed sebelumnya meninggalkan posisi mereka lebih awal saat masa jabatan kepemimpinan berakhir. Hanya ada satu pengecualian langka yaitu Marriner Eccles pada tahun 1948. Keputusan Powell untuk tetap tinggal, meskipun tidak memegang mayoritas, tetap dapat menyulitkan upaya apapun untuk menghapus suara-suara yang menentang penurunan suku bunga secara ekstrem.
Banyak pengamat percaya bahwa setelah 13 tahun berbakti di Fed, termasuk 8 tahun menjabat sebagai Ketua, Powell mungkin sudah siap untuk kehidupan di luar dunia politik. Dia menghabiskan waktu bermain golf, mendengarkan musik, dan baru saja menjadi kakek. Sepanjang masa jabatannya, dia juga harus menanggung tekanan dan kritik terbuka dari Trump — yang pernah secara langsung menunjuknya.
Faktor Hukum dan Risiko Politik Uang
Satu variabel lain adalah kasus terkait Gubernur Fed Lisa Cook. Trump pernah berusaha memecat dia dengan tuduhan penipuan hipotek, tetapi kasus tersebut sedang dihentikan oleh pengadilan dan Mahkamah Agung diperkirakan akan meninjau pada bulan 1.
Jika Cook digantikan, Trump akan langsung memiliki mayoritas di dewan. Lebih penting lagi, putusan ini dapat membuka preseden tentang kekuasaan presiden dalam melakukan pemakzulan terhadap Gubernur Fed lainnya — termasuk Powell.
Namun, tidak semua kekhawatiran pasti menjadi kenyataan. Gubernur yang baru-baru ini diangkat oleh Trump tetap memberikan suara dalam penunjukan kembali seluruh 12 Ketua bank regional, menunjukkan bahwa Fed masih mempertahankan tingkat independensi tertentu.
Keheningan Seperti Sebuah Deklarasi Kemerdekaan
Beberapa pendapat menyatakan bahwa Powell menggunakan keheningan sebagai strategi, menjaga opsi sampai gambaran politik menjadi lebih jelas. Ada juga pandangan yang lebih sederhana: menolak menjawab hanyalah cara Powell menegaskan otonominya — bahwa menurut hukum, waktu kepergian adalah keputusan pribadi dia, bukan tekanan politik apapun.
Apakah dia memilih untuk tetap atau pergi, keputusan Jerome Powell akan berdampak besar terhadap independensi Fed dan arah kebijakan moneter AS di masa mendatang. Pertanyaan ini menjadi bahan perdebatan sengit juga mencerminkan sebuah kenyataan: lingkungan politik saat ini sudah sangat berbeda dari masa lalu, dan Fed berada di salah satu titik paling sensitif dalam sejarahnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Masa Depan Jerome Powell di Fed: Diam, Kekuasaan dan Tekanan Politik
Masa jabatan Ketua Federal Reserve AS (Fed) Jerome Powell akan berakhir pada bulan Mei mendatang, tetapi dia masih memiliki satu kursi Gubernur yang diperpanjang selama dua tahun lagi. Yang menarik perhatian adalah Powell dengan tegas tidak mengungkapkan apakah dia akan tetap tinggal atau tidak, hanya mengatakan bahwa pertanyaan tersebut “belum relevan saat ini”. Keheningan ini, yang tampaknya sederhana, justru menciptakan banyak dampak politik dan keuangan yang luas. Persoalan Kekuasaan dalam Dewan Fed Dewan Gubernur Fed memiliki 7 kursi, dan saat ini sudah ada 3 orang yang dianggap sebagai pendukung mantan Presiden Donald Trump. Trump berkali-kali secara terbuka menyatakan ketidakpuasan terhadap Powell, bahkan menyalahkan dia atas kesulitan ekonomi rakyat Amerika. Jika Powell sepenuhnya meninggalkan Fed saat masa jabatannya berakhir, Trump akan memiliki peluang untuk mendapatkan mayoritas di dewan — sebuah faktor kunci karena dewan ini memiliki suara penting dalam kebijakan suku bunga. Trump pernah menyatakan bahwa setiap Ketua Fed di masa depan harus “setuju dengan dia”, jika tidak maka “tidak akan pernah menjadi Ketua”. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Fed bisa menghadapi tekanan politik yang lebih besar, terutama dalam konteks Trump yang terus-menerus menyerukan suku bunga yang sangat rendah. Powell Tetap Atau Pergi? Secara hukum, Powell sepenuhnya memiliki hak untuk tetap tinggal sebagai Gubernur. Namun, sejarah menunjukkan bahwa sebagian besar Ketua Fed sebelumnya meninggalkan posisi mereka lebih awal saat masa jabatan kepemimpinan berakhir. Hanya ada satu pengecualian langka yaitu Marriner Eccles pada tahun 1948. Keputusan Powell untuk tetap tinggal, meskipun tidak memegang mayoritas, tetap dapat menyulitkan upaya apapun untuk menghapus suara-suara yang menentang penurunan suku bunga secara ekstrem. Banyak pengamat percaya bahwa setelah 13 tahun berbakti di Fed, termasuk 8 tahun menjabat sebagai Ketua, Powell mungkin sudah siap untuk kehidupan di luar dunia politik. Dia menghabiskan waktu bermain golf, mendengarkan musik, dan baru saja menjadi kakek. Sepanjang masa jabatannya, dia juga harus menanggung tekanan dan kritik terbuka dari Trump — yang pernah secara langsung menunjuknya. Faktor Hukum dan Risiko Politik Uang Satu variabel lain adalah kasus terkait Gubernur Fed Lisa Cook. Trump pernah berusaha memecat dia dengan tuduhan penipuan hipotek, tetapi kasus tersebut sedang dihentikan oleh pengadilan dan Mahkamah Agung diperkirakan akan meninjau pada bulan 1. Jika Cook digantikan, Trump akan langsung memiliki mayoritas di dewan. Lebih penting lagi, putusan ini dapat membuka preseden tentang kekuasaan presiden dalam melakukan pemakzulan terhadap Gubernur Fed lainnya — termasuk Powell. Namun, tidak semua kekhawatiran pasti menjadi kenyataan. Gubernur yang baru-baru ini diangkat oleh Trump tetap memberikan suara dalam penunjukan kembali seluruh 12 Ketua bank regional, menunjukkan bahwa Fed masih mempertahankan tingkat independensi tertentu. Keheningan Seperti Sebuah Deklarasi Kemerdekaan Beberapa pendapat menyatakan bahwa Powell menggunakan keheningan sebagai strategi, menjaga opsi sampai gambaran politik menjadi lebih jelas. Ada juga pandangan yang lebih sederhana: menolak menjawab hanyalah cara Powell menegaskan otonominya — bahwa menurut hukum, waktu kepergian adalah keputusan pribadi dia, bukan tekanan politik apapun. Apakah dia memilih untuk tetap atau pergi, keputusan Jerome Powell akan berdampak besar terhadap independensi Fed dan arah kebijakan moneter AS di masa mendatang. Pertanyaan ini menjadi bahan perdebatan sengit juga mencerminkan sebuah kenyataan: lingkungan politik saat ini sudah sangat berbeda dari masa lalu, dan Fed berada di salah satu titik paling sensitif dalam sejarahnya.