Jika Anda baru memasuki dunia investasi, Anda mungkin sering mendengar kata “Trust” atau “Trust” dalam bahasa Indonesia, tetapi mungkin belum benar-benar memahami apa itu sebenarnya atau bagaimana bedanya dengan REIT dan reksa dana. Hari ini kita akan membahas arti Trust, apa maknanya, dan apakah cocok untuk investor ritel seperti kita.
Trust adalah alat hukum untuk mengelola aset di mana seseorang yang disebut Trustee akan menerima transfer aset dari pemiliknya lalu mengelola untuk menghasilkan hasil dan memberikan manfaat yang diperoleh kepada penerima manfaat (Beneficiary)
Aset yang dapat dimasukkan ke dalam Trust beragam: uang tunai, properti, saham, obligasi, bisnis, aset yang menghasilkan pendapatan, dan lain-lain. Itulah sebabnya Trust memiliki fleksibilitas yang lebih besar dibandingkan bentuk investasi lainnya.
Mengapa Trust memiliki manfaat, keunggulan yang tidak boleh dilewatkan
1. Memberikan manfaat tanpa harus mentransfer kepemilikan
Trust memungkinkan Anda untuk memberikan hasil dari aset kepada orang lain tanpa harus benar-benar mentransfer kepemilikan. Metode ini awalnya digunakan untuk mengelola warisan, tetapi kemudian diadaptasi untuk investasi.
2. Dikelola sesuai niat pendiri
Ketika mendirikan Trust, Anda harus menyatakan niat secara jelas (Certainty of Word) yang harus dipatuhi Trustee secara ketat, sehingga Anda dapat percaya bahwa aset akan dikelola sesuai keinginan.
3. Bisa mendapatkan manfaat pajak
Di banyak negara, Trust dapat memberikan manfaat pajak karena pendirian Trust tidak dianggap sebagai transfer aset, melainkan hanya sebagai pemberian manfaat (tergantung hukum masing-masing negara)
4. Fleksibel dalam penyesuaian
Trust yang dapat diubah (Revocable Trust) memungkinkan pengelolaan aset secara profesional saat Anda sakit atau tidak mampu mengelola sendiri, dan dapat diubah kembali saat Anda pulih.
5. Fleksibel dalam pendirian dan operasional
Trust adalah perjanjian antara berbagai pihak, sehingga memiliki fleksibilitas lebih dibandingkan pendirian dana yang memerlukan izin dan pendaftaran ke otoritas.
Berapa jenis Trust, mana yang harus dipilih
Berdasarkan ketentuan perubahan
Revocable Trust (Trust yang dapat diubah): Pendiri dapat mengubah atau membatalkan
Irrevocable Trust (Trust yang tidak dapat diubah): Setelah didirikan, sulit untuk dibatalkan atau diubah
Berdasarkan tujuan
Asset Protection Trust: Untuk melindungi aset
Blind Trust: Trust di mana pendiri tidak mengetahui cara pengelolaannya
Charitable Trust: Untuk tujuan amal
Generation-Skipping Trust: Untuk pewarisan antar generasi
GRAT (Grantor Retained Annuity Trust): Untuk manfaat pajak
Land Trust / Real Estate Trust: Pengelolaan properti
Marital Trust: Untuk harta perkawinan
Special Needs Trust: Pengelolaan untuk individu berkebutuhan khusus
Siapa tiga orang penting dalam mendirikan Trust
Pendirian Trust melibatkan 3 pihak utama:
1. Settlor (Pembuat/Pemilik aset)
Adalah orang yang memiliki aset asli. Setelah menandatangani perjanjian pendirian Trust, dia tetap memiliki hak milik, tetapi tidak dapat menggunakan manfaat atau mengelola aset yang telah dipindahkan.
2. Trustee (Pengelola)
Adalah orang atau institusi yang bertanggung jawab mengelola aset sesuai perjanjian. Tidak memiliki bagian dari hasil, tetapi dapat meminta biaya pengelolaan.
3. Beneficiary (Penerima manfaat)
Adalah orang yang menerima manfaat dari Trust sesuai perjanjian. Memiliki hak untuk menuntut jika Trustee tidak menjalankan tugas dengan benar, dan dapat menuntut pengembalian aset.
Tiga faktor utama dalam mendirikan Trust yang benar
Trust yang benar harus memiliki:
1. Certainty of Word (Keputusan niat yang pasti)
Harus menyatakan niat pendirian Trust secara jelas antara pendiri dan pengelola.
2. Certainty of Subject Matter (Keberadaan aset yang pasti)
Harus ada aset yang jelas, nyata, dan memiliki cara pengelolaan untuk menghasilkan hasil.
3. Certainty of Object (Kepastian penerima manfaat)
Penerima manfaat harus orang nyata, bukan orang yang hilang atau sudah meninggal.
Trust vs REIT vs reksa dana: siapa yang unggul
Trust vs REIT
REIT (Real Estate Investment Trust) adalah salah satu jenis Trust yang khusus mengelola properti.
Kesamaan:
Keduanya tidak memiliki status badan hukum
Keduanya didirikan berdasarkan perjanjian
Perbedaan:
Trust dapat mengelola berbagai jenis aset, tetapi REIT khusus properti
REIT memiliki batasan tertentu, sedangkan Trust tidak harus menjadi REIT
Trust vs reksa dana (Fund)
Reksa dana adalah instrumen investasi lain.
Perbedaan:
Status hukum: Reksa dana adalah badan hukum, Trust bukan
Cara operasional: Reksa dana mengumpulkan dana dari investor lalu diinvestasikan sesuai tujuan, sedangkan Trust mentransfer aset langsung untuk dikelola
Persetujuan: Reksa dana harus izin dan pendaftaran, Trust lebih fleksibel
Trust di Indonesia: apa saja yang tersedia
Di Indonesia, pendirian Trust diizinkan hanya untuk pengumpulan dana di pasar modal, terbagi menjadi 2 jenis:
1. Active Trust (Trust untuk investasi dan pengelolaan)
Dibentuk untuk mengelola aset demi hasil, seperti:
II/HNW Trust Fund: untuk investor institusi dan orang kaya
REIT: investasi di properti
2. Passive Trust (Trust untuk kepemilikan dan pembayaran utang)
Dibentuk untuk mengelola aset seperti:
ESOP: Trust untuk menerbitkan saham kepada direksi dan karyawan
EJIP: Trust proyek joint venture antara pengusaha dan karyawan
Reserve Account / Sinking Fund: Trust untuk pembayaran utang obligasi
Saat ini, investor umum di Indonesia sebagian besar mengakses Trust melalui REIT, karena aset ini mudah dibuktikan dan banyak orang bisa berinvestasi, bahkan untuk pemula sekalipun.
Kesimpulan: Trust adalah alat yang perlu Anda kenali
Trust diterjemahkan sebagai “alat pengelolaan aset” memang benar, tetapi makna mendalamnya adalah sistem pengelolaan aset yang fleksibel dan efisien. Awalnya digunakan untuk mengelola warisan, tetapi kini dapat digunakan untuk hampir semua jenis aset.
Ketika Trust mengelola properti, disebut REIT, yang berbeda dari Trust umum (yang mungkin mengelola aset lain) dan berbeda dari reksa dana dari segi status hukum dan cara operasionalnya.
Bagi investor Indonesia, akses ke Trust biasanya melalui REIT, yang merupakan pilihan baik jika ingin berinvestasi di aset besar dengan modal terbatas. Anda cukup membeli unit REIT, dan sudah termasuk bagian dari portofolio investasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengerti Trust Terjemahan: Alat pengelolaan aset yang perlu diketahui atau tidak
Trust adalah apa, mengapa perlu dipahami
Jika Anda baru memasuki dunia investasi, Anda mungkin sering mendengar kata “Trust” atau “Trust” dalam bahasa Indonesia, tetapi mungkin belum benar-benar memahami apa itu sebenarnya atau bagaimana bedanya dengan REIT dan reksa dana. Hari ini kita akan membahas arti Trust, apa maknanya, dan apakah cocok untuk investor ritel seperti kita.
Trust adalah alat hukum untuk mengelola aset di mana seseorang yang disebut Trustee akan menerima transfer aset dari pemiliknya lalu mengelola untuk menghasilkan hasil dan memberikan manfaat yang diperoleh kepada penerima manfaat (Beneficiary)
Aset yang dapat dimasukkan ke dalam Trust beragam: uang tunai, properti, saham, obligasi, bisnis, aset yang menghasilkan pendapatan, dan lain-lain. Itulah sebabnya Trust memiliki fleksibilitas yang lebih besar dibandingkan bentuk investasi lainnya.
Mengapa Trust memiliki manfaat, keunggulan yang tidak boleh dilewatkan
1. Memberikan manfaat tanpa harus mentransfer kepemilikan
Trust memungkinkan Anda untuk memberikan hasil dari aset kepada orang lain tanpa harus benar-benar mentransfer kepemilikan. Metode ini awalnya digunakan untuk mengelola warisan, tetapi kemudian diadaptasi untuk investasi.
2. Dikelola sesuai niat pendiri
Ketika mendirikan Trust, Anda harus menyatakan niat secara jelas (Certainty of Word) yang harus dipatuhi Trustee secara ketat, sehingga Anda dapat percaya bahwa aset akan dikelola sesuai keinginan.
3. Bisa mendapatkan manfaat pajak
Di banyak negara, Trust dapat memberikan manfaat pajak karena pendirian Trust tidak dianggap sebagai transfer aset, melainkan hanya sebagai pemberian manfaat (tergantung hukum masing-masing negara)
4. Fleksibel dalam penyesuaian
Trust yang dapat diubah (Revocable Trust) memungkinkan pengelolaan aset secara profesional saat Anda sakit atau tidak mampu mengelola sendiri, dan dapat diubah kembali saat Anda pulih.
5. Fleksibel dalam pendirian dan operasional
Trust adalah perjanjian antara berbagai pihak, sehingga memiliki fleksibilitas lebih dibandingkan pendirian dana yang memerlukan izin dan pendaftaran ke otoritas.
Berapa jenis Trust, mana yang harus dipilih
Berdasarkan ketentuan perubahan
Berdasarkan tujuan
Siapa tiga orang penting dalam mendirikan Trust
Pendirian Trust melibatkan 3 pihak utama:
1. Settlor (Pembuat/Pemilik aset)
Adalah orang yang memiliki aset asli. Setelah menandatangani perjanjian pendirian Trust, dia tetap memiliki hak milik, tetapi tidak dapat menggunakan manfaat atau mengelola aset yang telah dipindahkan.
2. Trustee (Pengelola)
Adalah orang atau institusi yang bertanggung jawab mengelola aset sesuai perjanjian. Tidak memiliki bagian dari hasil, tetapi dapat meminta biaya pengelolaan.
3. Beneficiary (Penerima manfaat)
Adalah orang yang menerima manfaat dari Trust sesuai perjanjian. Memiliki hak untuk menuntut jika Trustee tidak menjalankan tugas dengan benar, dan dapat menuntut pengembalian aset.
Tiga faktor utama dalam mendirikan Trust yang benar
Trust yang benar harus memiliki:
1. Certainty of Word (Keputusan niat yang pasti)
Harus menyatakan niat pendirian Trust secara jelas antara pendiri dan pengelola.
2. Certainty of Subject Matter (Keberadaan aset yang pasti)
Harus ada aset yang jelas, nyata, dan memiliki cara pengelolaan untuk menghasilkan hasil.
3. Certainty of Object (Kepastian penerima manfaat)
Penerima manfaat harus orang nyata, bukan orang yang hilang atau sudah meninggal.
Trust vs REIT vs reksa dana: siapa yang unggul
Trust vs REIT
REIT (Real Estate Investment Trust) adalah salah satu jenis Trust yang khusus mengelola properti.
Kesamaan:
Perbedaan:
Trust vs reksa dana (Fund)
Reksa dana adalah instrumen investasi lain.
Perbedaan:
Trust di Indonesia: apa saja yang tersedia
Di Indonesia, pendirian Trust diizinkan hanya untuk pengumpulan dana di pasar modal, terbagi menjadi 2 jenis:
1. Active Trust (Trust untuk investasi dan pengelolaan)
Dibentuk untuk mengelola aset demi hasil, seperti:
2. Passive Trust (Trust untuk kepemilikan dan pembayaran utang)
Dibentuk untuk mengelola aset seperti:
Saat ini, investor umum di Indonesia sebagian besar mengakses Trust melalui REIT, karena aset ini mudah dibuktikan dan banyak orang bisa berinvestasi, bahkan untuk pemula sekalipun.
Kesimpulan: Trust adalah alat yang perlu Anda kenali
Trust diterjemahkan sebagai “alat pengelolaan aset” memang benar, tetapi makna mendalamnya adalah sistem pengelolaan aset yang fleksibel dan efisien. Awalnya digunakan untuk mengelola warisan, tetapi kini dapat digunakan untuk hampir semua jenis aset.
Ketika Trust mengelola properti, disebut REIT, yang berbeda dari Trust umum (yang mungkin mengelola aset lain) dan berbeda dari reksa dana dari segi status hukum dan cara operasionalnya.
Bagi investor Indonesia, akses ke Trust biasanya melalui REIT, yang merupakan pilihan baik jika ingin berinvestasi di aset besar dengan modal terbatas. Anda cukup membeli unit REIT, dan sudah termasuk bagian dari portofolio investasi.