Permintaan emas global pada tahun 2025 pertama kali melebihi angka 5000 ton, mencapai 5002 ton, mencatat rekor tertinggi dalam sejarah. Pada saat yang sama, harga emas internasional dalam satu tahun terakhir mencatat 53 kali rekor tertinggi.
Sebagai aset perlindungan dan alat pemeliharaan nilai, daya tarik emas semakin menonjol di tengah ketidakpastian ekonomi. ETF emas mencatat penambahan bersih sebesar 801 ton sepanjang tahun, menjadi kekuatan utama yang mendorong pertumbuhan permintaan.
01 Tonggak Sejarah Pasar
Pasar emas tahun 2025 mencapai terobosan bersejarah, dengan total permintaan emas global mencapai 5.002 ton, mencatat rekor baru.
Harga emas tahun 2025 melonjak secara signifikan. Harga rata-rata tahunan emas dari London Bullion Market Association melonjak dari USD 2.386,2 per ons menjadi USD 3.431,5 per ons.
Total permintaan emas global mencapai USD 555 miliar, meningkat 45% dibandingkan tahun sebelumnya.
Permintaan investasi menjadi pendorong utama, permintaan investasi emas melonjak dari 1.185,4 ton pada 2024 menjadi 2.175,3 ton, peningkatan sebesar 84%.
02 Gelombang Baru Investasi
Bidang investasi emas pada tahun 2025 menunjukkan ledakan diversifikasi. Permintaan emas batangan dan koin emas global mencapai 1.374 ton, tertinggi dalam 12 tahun.
Pertumbuhan investasi emas fisik terutama terkonsentrasi di pasar China dan India, yang bersama-sama menyumbang lebih dari 50% dari pertumbuhan kategori ini.
ETF emas dari tahun 2024 berbalik dari arus keluar bersih yang ringan menjadi arus masuk bersih yang signifikan. Pada tahun 2025, ETF emas global mencatat penambahan bersih sebesar 801 ton, menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan permintaan investasi.
Hanya di kuartal keempat, arus masuk ETF emas China mencapai 51 miliar yuan RMB, mencatat kinerja kuartal terkuat dalam sejarah.
03 Peran Bank Sentral
Pada tahun 2025, bank sentral global terus aktif meningkatkan cadangan emas mereka, dengan pembelian bersih sebesar 863 ton emas oleh lembaga resmi. Meski masih berada di level tertinggi dalam sejarah, kecepatan pembelian emas oleh bank sentral telah melambat dibandingkan tiga tahun sebelumnya.
Sebagai salah satu negara dengan konsumsi emas terbesar di dunia, China telah menambah cadangan emas selama 14 bulan berturut-turut. Hingga akhir Desember 2025, cadangan emas China mencapai 74,15 juta ons.
Pembelian emas oleh bank sentral menjadi faktor kunci yang mendukung permintaan jangka panjang emas. Pembelian emas oleh bank sentral terutama dilakukan untuk diversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
04 Tren Harga dan Prospek
Memasuki tahun 2026, tren kenaikan harga emas semakin cepat. Pada 28 Januari, harga spot emas internasional sempat menembus USD 5500 per ons, naik sekitar 20% dari awal tahun. Dari USD 4000 ke USD 5500, harga emas internasional hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga bulan.
Beberapa bank investasi internasional bersikap optimistis terhadap prospek emas. Goldman Sachs menaikkan prediksi harga emas akhir 2026 dari USD 4900 per ons menjadi USD 5400 per ons.
Morgan Stanley, dalam skenario optimis, menetapkan target harga emas sebesar USD 5700 per ons.
05 Keterkaitan Pasar Kripto
Seiring kinerja pasar emas yang kuat, bidang aset kripto juga menunjukkan tren perkembangan serupa. Sebagai pemain penting di pasar aset kripto, harga Token platform Gate juga mencerminkan perubahan permintaan pasar terhadap aset alternatif secara keseluruhan.
Per 30 Januari 2026, harga GateToken (GT) dalam dolar AS adalah USD 9,3469. Dalam sebulan terakhir, harga GateToken menunjukkan fluktuasi dalam kisaran sempit, dengan titik tertinggi mencapai USD 10,7908.
Seperti emas, aset kripto juga dipengaruhi oleh lingkungan makroekonomi global, ekspektasi kebijakan moneter, dan faktor geopolitik. Investor sering mempertimbangkan aset kripto bersama emas saat mencari pengganti aset tradisional.
06 Perpaduan Emas dan Aset Kripto
Emas dan aset kripto sama-sama berperan sebagai alat diversifikasi dalam portofolio investasi. Keduanya cenderung memiliki korelasi rendah dengan saham, obligasi, dan aset tradisional lainnya, serta memberikan perlindungan selama masa ketidakstabilan pasar.
Meskipun berbeda secara fisik dan dasar teknologi, keduanya mewakili pilihan pelengkap atau pengganti terhadap sistem keuangan tradisional.
Platform perdagangan kripto seperti Gate sedang membangun jembatan yang menghubungkan aset tradisional dan aset digital, menawarkan opsi alokasi aset yang lebih komprehensif bagi investor.
Melihat ke tahun 2026, Asosiasi Emas Dunia memperkirakan bahwa ketidakpastian ekonomi dan geopolitik hampir tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, dan ETF emas akan terus mencatat arus masuk yang kuat.
Prospek Masa Depan
Dengan bank sentral global yang terus aktif membeli emas, para analis secara luas menaikkan prediksi harga emas: Goldman Sachs optimistis hingga USD 5400, dan Morgan Stanley dalam skenario optimis memproyeksikan hingga USD 5700.
Rekor harga emas yang baru bukanlah sekadar fluktuasi pasar semata, melainkan pilihan kolektif investor global dalam mencari nilai acuan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Dalam beberapa bulan ke depan, pasar emas global akan menghadapi tekanan inflasi, pergeseran kebijakan moneter, dan risiko geopolitik secara bersamaan. Di balik setiap gram emas, tersimpan keinginan dan usaha manusia untuk melawan ketidakpastian.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Harga emas 53 kali memecahkan rekor: permintaan emas global melewati 5.000 ton, gelombang pembelian emas oleh bank sentral terus berlanjut
Permintaan emas global pada tahun 2025 pertama kali melebihi angka 5000 ton, mencapai 5002 ton, mencatat rekor tertinggi dalam sejarah. Pada saat yang sama, harga emas internasional dalam satu tahun terakhir mencatat 53 kali rekor tertinggi.
Sebagai aset perlindungan dan alat pemeliharaan nilai, daya tarik emas semakin menonjol di tengah ketidakpastian ekonomi. ETF emas mencatat penambahan bersih sebesar 801 ton sepanjang tahun, menjadi kekuatan utama yang mendorong pertumbuhan permintaan.
01 Tonggak Sejarah Pasar
Pasar emas tahun 2025 mencapai terobosan bersejarah, dengan total permintaan emas global mencapai 5.002 ton, mencatat rekor baru.
Harga emas tahun 2025 melonjak secara signifikan. Harga rata-rata tahunan emas dari London Bullion Market Association melonjak dari USD 2.386,2 per ons menjadi USD 3.431,5 per ons.
Total permintaan emas global mencapai USD 555 miliar, meningkat 45% dibandingkan tahun sebelumnya.
Permintaan investasi menjadi pendorong utama, permintaan investasi emas melonjak dari 1.185,4 ton pada 2024 menjadi 2.175,3 ton, peningkatan sebesar 84%.
02 Gelombang Baru Investasi
Bidang investasi emas pada tahun 2025 menunjukkan ledakan diversifikasi. Permintaan emas batangan dan koin emas global mencapai 1.374 ton, tertinggi dalam 12 tahun.
Pertumbuhan investasi emas fisik terutama terkonsentrasi di pasar China dan India, yang bersama-sama menyumbang lebih dari 50% dari pertumbuhan kategori ini.
ETF emas dari tahun 2024 berbalik dari arus keluar bersih yang ringan menjadi arus masuk bersih yang signifikan. Pada tahun 2025, ETF emas global mencatat penambahan bersih sebesar 801 ton, menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan permintaan investasi.
Hanya di kuartal keempat, arus masuk ETF emas China mencapai 51 miliar yuan RMB, mencatat kinerja kuartal terkuat dalam sejarah.
03 Peran Bank Sentral
Pada tahun 2025, bank sentral global terus aktif meningkatkan cadangan emas mereka, dengan pembelian bersih sebesar 863 ton emas oleh lembaga resmi. Meski masih berada di level tertinggi dalam sejarah, kecepatan pembelian emas oleh bank sentral telah melambat dibandingkan tiga tahun sebelumnya.
Sebagai salah satu negara dengan konsumsi emas terbesar di dunia, China telah menambah cadangan emas selama 14 bulan berturut-turut. Hingga akhir Desember 2025, cadangan emas China mencapai 74,15 juta ons.
Pembelian emas oleh bank sentral menjadi faktor kunci yang mendukung permintaan jangka panjang emas. Pembelian emas oleh bank sentral terutama dilakukan untuk diversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
04 Tren Harga dan Prospek
Memasuki tahun 2026, tren kenaikan harga emas semakin cepat. Pada 28 Januari, harga spot emas internasional sempat menembus USD 5500 per ons, naik sekitar 20% dari awal tahun. Dari USD 4000 ke USD 5500, harga emas internasional hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga bulan.
Beberapa bank investasi internasional bersikap optimistis terhadap prospek emas. Goldman Sachs menaikkan prediksi harga emas akhir 2026 dari USD 4900 per ons menjadi USD 5400 per ons.
Morgan Stanley, dalam skenario optimis, menetapkan target harga emas sebesar USD 5700 per ons.
05 Keterkaitan Pasar Kripto
Seiring kinerja pasar emas yang kuat, bidang aset kripto juga menunjukkan tren perkembangan serupa. Sebagai pemain penting di pasar aset kripto, harga Token platform Gate juga mencerminkan perubahan permintaan pasar terhadap aset alternatif secara keseluruhan.
Per 30 Januari 2026, harga GateToken (GT) dalam dolar AS adalah USD 9,3469. Dalam sebulan terakhir, harga GateToken menunjukkan fluktuasi dalam kisaran sempit, dengan titik tertinggi mencapai USD 10,7908.
Seperti emas, aset kripto juga dipengaruhi oleh lingkungan makroekonomi global, ekspektasi kebijakan moneter, dan faktor geopolitik. Investor sering mempertimbangkan aset kripto bersama emas saat mencari pengganti aset tradisional.
06 Perpaduan Emas dan Aset Kripto
Emas dan aset kripto sama-sama berperan sebagai alat diversifikasi dalam portofolio investasi. Keduanya cenderung memiliki korelasi rendah dengan saham, obligasi, dan aset tradisional lainnya, serta memberikan perlindungan selama masa ketidakstabilan pasar.
Meskipun berbeda secara fisik dan dasar teknologi, keduanya mewakili pilihan pelengkap atau pengganti terhadap sistem keuangan tradisional.
Platform perdagangan kripto seperti Gate sedang membangun jembatan yang menghubungkan aset tradisional dan aset digital, menawarkan opsi alokasi aset yang lebih komprehensif bagi investor.
Melihat ke tahun 2026, Asosiasi Emas Dunia memperkirakan bahwa ketidakpastian ekonomi dan geopolitik hampir tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, dan ETF emas akan terus mencatat arus masuk yang kuat.
Prospek Masa Depan
Dengan bank sentral global yang terus aktif membeli emas, para analis secara luas menaikkan prediksi harga emas: Goldman Sachs optimistis hingga USD 5400, dan Morgan Stanley dalam skenario optimis memproyeksikan hingga USD 5700.
Rekor harga emas yang baru bukanlah sekadar fluktuasi pasar semata, melainkan pilihan kolektif investor global dalam mencari nilai acuan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Dalam beberapa bulan ke depan, pasar emas global akan menghadapi tekanan inflasi, pergeseran kebijakan moneter, dan risiko geopolitik secara bersamaan. Di balik setiap gram emas, tersimpan keinginan dan usaha manusia untuk melawan ketidakpastian.