Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kementerian Pendidikan: Dilarang keras mempromosikan sensasi tentang juara ujian nasional, tingkat sekolah terkenal, dan tingkat kelulusan
ANTARA Jakarta, 27 Maret—(Koresponden Wang Peng) Pada 27 Maret, reporter mengetahui dari Kementerian Pendidikan bahwa “Pemberitahuan tentang Pelaksanaan Aksi Tahun Konsolidasi Pengelolaan yang Tertib untuk Pendidikan Dasar” baru-baru ini diterbitkan. Pemberitahuan tersebut mengajukan 20 butir daftar negatif, yang menuntut pelarangan keras menjadikan tingkat kelulusan atau nilai ujian sebagai dasar penilaian dan pemeringkatan sekolah, memberikan penghargaan dan sanksi berbasis pemeringkatan bagi guru, serta mempromosikan/mengeksploitasi secara sensasional “juara” Ujian Masuk Perguruan Tinggi (gaokao) pada jenjang menengah-atas, rasio sekolah ternama (mewadahi penerimaan dari sekolah unggulan), dan tingkat kelulusan. Selain itu, dilarang memasang plakat “Basis Sumber Daya Mahasiswa Perguruan Tinggi” di lingkungan kampus atau slogan kenaikan jenjang yang bersifat menggiurkan lainnya.
Pemberitahuan tersebut menyatakan bahwa pemerintah daerah dan setiap sekolah harus memperdalam penerimaan siswa pendidikan wajib yang transparan, mendorong pembagian kelas yang merata, menerapkan penerimaan siswa sekolah menengah atas berbasis domisili setempat, serta menjamin agar anak-anak yang ikut pindah (dengan persyaratan yang memenuhi ketentuan) yang berada di daerah tujuan dapat menerima pendidikan secara setara. Pemberitahuan juga mengoreksi dan membersihkan kebijakan serta praktik penerimaan yang bertentangan dengan keadilan pendidikan; secara berkelanjutan menertibkan tindakan seperti “jadwal pelajaran abu-abu/putih” yang menyesatkan, les tidak sesuai aturan pada hari libur, memajukan jadwal mulai sekolah, menunda hari libur, dan sebagainya, mengendalikan ketat frekuensi ujian, menormalkan pengelolaan materi bantuan belajar yang masuk ke lingkungan sekolah, serta meringankan beban belajar siswa yang berlebihan.
Menanggapi situasi baru dan masalah baru dalam penyelenggaraan sekolah yang melanggar aturan di berbagai daerah, pemberitahuan tersebut secara tegas menetapkan dalam daftar negatif bahwa dilarang taman kanak-kanak menerapkan metode pendidikan yang bersifat “sekolah dasar” (pembelajaran seperti SD), serta mengajarkan lebih awal isi materi tingkat sekolah dasar; dilarang bagi guru melakukan les berbayar atau memperoleh uang secara terselubung dari orang tua melalui cara seperti donasi saat siaran langsung, pembelian layanan berbasis pembayaran pengetahuan (knowledge payments), dan sejenisnya, serta menerbitkan konten yang menjual kecemasan (menciptakan/mengeksploitasi kekhawatiran) untuk mencari keuntungan; dilarang mengorganisasi kegiatan komersial atau kegiatan berbasis kompetisi bagi siswa sekolah dasar dan menengah yang bertentangan dengan hukum perkembangan fisik dan mental serta tidak sesuai dengan karakteristik usia, atau melakukan pemalsuan dalam catatan relawan/ pengabdian siswa, menjual-beli durasi (waktu), dan tindakan semacam itu.
Selain itu, pemberitahuan tersebut juga meminta agar pemerintah daerah dan setiap sekolah menyempurnakan mekanisme pencegahan risiko keselamatan di kampus dan penanganan keadaan darurat, melakukan pemeriksaan berkala terhadap potensi bahaya keselamatan di kampus dan sekitarnya, serta segera melakukan perbaikan dan implementasi yang tepat; menerapkan secara mendalam sistem “daftar putih” urusan kemasyarakatan masuk ke kampus, menormalkan berbagai kegiatan yang masuk ke kampus, dan benar-benar meringankan beban non-pendidikan bagi para guru. (Selesai)